untuk Perempuan yang sering lupa hari..Hati Hati lho… :)
untuk Perempuan yang sering lupa hari..Hati Hati lho… :)
alunan gendang telah menyeruak
lagu india saling bersahutan, berkumandang memenuhi hasrat syairnya
kepada penari..
Awan diatas telah membiru, si hitampun tak berani mendekat.
Berhektar ladang telah menghijau
Tiada satupun kekeringan yang mampu menghapus hijaunya ladang
Kutunggu dibalik teralis di serambi depan sembari memandang derasnya hujan yang turun,.. Tak jua ada yang melambai kepadaku
kenapa cinta yang tersirat tak kau katakan saja
sekarang aku telah bersenyawa dengan hamparan gersangnya tanah bersama cintaku kepadamu..
menunggu cinta darimu yang tak kunjung tersurat..
terlalu lama rupanya..
hingga tubuh ini remuk redam, hingga kau menangis tersedu ketika mengatakanya dan aku tak lagi ada didepanmu..
waktu yang akan mempersatukab kita..
sampai tiba saatnya..
ketika
awan akan membiru lagi, ladang yang menghijau, dan
kita akan bersenyawa bersama disini..
Pertahankan ke aslian dari Dirimu, dukung idemu, dan Kau akan menjadi Seseorang…
Ceritakan masalahmu kepada Tuhan, ini semacam Morfin atau Mariyuana Penenang Hati
iF i Fail I Tray Again, And Again, And Again….
Hatiku ini barang pecah belah…
Mengapa kau tak sudi memberiku perhatian secuilpun
Hatiku ini barang pecah belah…
Tega kah kau membiarkanku dalam kepiawaian bagai punuk merindukan sang bulan
Hatiku ini barang pecah belah…
Jika kau yang memecahkanya, aku rela asal kau menjadi miliku seutuhnya
Kau ini rupawan, Aku kah yang salah menatapmu siang dan malam
Kau ini cekatan, Aku kah yang salah mengagumimu hingga ke ubun-ubun
Kau ini pandai berkata-kata, Aku kah yang salah mendengarkan tiap alunan kata dari ucapanmu
Kau ini jiwa yang bersih, Aku kah yang salah selalu ingin mendapatkan seonggok keutuhan jiwamu.
Jika salah maukah Kau memberikanku cara mengatasi hatiku. Yang selalu mengamuk, berusaha meluluh lantakan segenap jiwaku. Saat tiap inci dalam Otak-Ku berfikir keras dari biasanya di setiap detik waktu untuk mendapatkanmu.
kata orang..
mamahku bertubuh gembul Bak semar dalam pewayangan
tapi bagiku mamah lebih seksi dari julia Peres
Kata orang..
ayahku berbadan kurus, tak punya otot Bak Shagi di kartun Scoby Doo
tapi bagiku Ayah lebih berotot dari Ade rai
Mereka itu tulang Rusuk ku,
Atau Jantung yang selalu memompa setiap darah semangatku
Atau Paru-paru yang tak lelah memberiku napas berirama setiap detik
Atau Otak yang dengan senang memberiku energi berfikir
Atau Hati yang cekatan menyaringku dari racun dunia
Bagai Adam tanpa Hawa itulah yang akan Ku rasakan tanpa mereka..
Lalu aku akan Merengek dengan belas kasihan
Menjerit dengan sekencang-kencangnya
akan berdoa sekhusyu-khusyu nya.
Memanjatkan setiap detik sebuah permintaan kepada- Nya.
Dan andai Tuhan menemuiku dan bertanya
“Apa permintaanmu?”
akan Ku jawab
“Permintaanku hanya 1 Tuhan, Jangan ambil mereka dahulu dari sisiku. Sebelum aku melihatnya tersenyum dengan bahagia bak bidadari yang ada disurga sana”
Sebuah catatan pendek akan sangat penting dibaca ketika kita sedang duduk santai, sembari minum segelas kopi dikedai atau ditengah pematang sawah di kala sore hari
memandang matahari terbenam
karna menurut penelitian “Hal ini manJur untuk menghilangkan sTREs”
dan ketahuilah betapa sebuah catatan sependek kalimat itu penting dibuat.
“Daniiiiii” Sapa Lala, Bisma dan Erik, sahabat-sahabat Dani, dari jauh di koridor sekolah. Mereka pun perlahan menghampiri sahabatnya itu.
“Hai .. ” Sahut Dani sambil menyunggingkan senyum dipipinya, terlihat dua buah lesung pipi membuat gadis ini semakin cantik dipandang.
Mereka berjalan bersama dikoridor kelas untuk masuk kelas pagi. Dani tidak begitu seperi hari biasanya, ia diam dan tidak banyak berbicara, hanya tersenyum. Sahabat-sahabatnya mengetahui alasan Dani bersikap seperti ini. Kotak yang berisi dokumen pentingnya hilang dua hari lalu. Banyak kenangan yang tersimpan didalamnya. Yang paling berarti adalah foto kenangan bersama almarhum ibundanya dan setumpukan surat dari sahabat penanya. Surat itu begitu penting bagi Dani karena dalam surat itu terdapat sebuah janji dari seseorang yang slalu ia nantikan kehadiranya. Tahun demi tahun tlah berlalu, namun penantianya tak kunjung datang. Walaupun hanya janji yang ditulis oleh seorang anak kecil tapi Dani percaya, janji itu akan menjadi kenyataan.
***
Jam 7 TET waktu setempat, Bu Lili guru muda yang angker tapi seksoy sudah berdiri didepan ruang kelas dengan memegang buku cetak yang bertuliskan huruf besar FISIKA. Kalimat yang keluar dari mulutnya untuk memulai pelajaran adalah “Kumpulkan tugas yang diberikan didepan dan siapa yang ingin membahasnya didepan?”
Semua murid langsung terdiam dan tertunduk lesu ketika diminta maju kedepan, Hanya ada dua buah tangan milik seorang cewe dan seorang cowo yang mengacungkan tanganya secara bersamaan. Yang cewe udah ketebak jelas Dani yang langganan maju ke depan. Seorang lainya adalah Egi murid baru dari Mataram, yang sedang menjadi perhatian hampir seluruh warga sekolah, termasuk guru-guru cewe. Tidak hanya ketampananya yang menjadi prioritas perhatian, tapi otak juga prestasi yang diukir dalam jangka waktu 1 bulan menjadi anak baru. Secara baru 1 bulan, doi udah berhasil mendapat gelar ‘The best pitcher’ dalam pertandingan BESTBALL se –provinsi, tanpa mengikuti klub khusus MaFiA diapun mampu lolos seleksi olimpiade tingkat nasional. Jadi tidak butuh waktu lama untuk melambungkan namanya menjadi orang yang berpengaruh di sekolahan.
“Silahkan Dani kerjakan soal no.1 dan Egi soal no. 2” kata Bu Nadia
Mereka berduapun maju berbarengan untuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Dani yang maju kedepan tampak tidak biasanya, ia sesekali melihat sosok Egi yang ada disampingnya. Sekarang dia berdiri percis disebelah orang yang sedang dikagumi khususnya cewe seantero sekolahan, sekaligus rival abadi cowo-cowo sekolah. Cowo yang selalu diam seribu bahasa, tanpa say hello jika bertemu didalam kelas maupun luar kelas, yang seolah tidak menganggap kalo manusia itu di pelajaran IPS adalah mahluk sosial.
***
Jam Bel sekolah berbunyi, Dani, Lala, Erik, dan Bisma langsung meluncur ke kantin untuk menyantap menu siang ini. Biasanya mereka memesan bakmi ayam Bang Juned, yang harus dipesan sebelum jam istirahat datang via sms. Soalnya terlambat mesen aja tuh bakmi udah ludes diburu masa.
“Rik, Ma, elo ga ada rapat Baseball kan?” Tanya Lala pada Erik dan Bisma “Soalnya tadi gue liat si ganteng Egi ke tempat latihan” Lala selalu menambahkan kata ‘si Ganteng’pada Egi menunjukan Demam Egi telah menular padanya.
“Ga ada kok. Paling mau naroh peralatan buat latian ntar sore di loker, soalnya dia baru ngisi loker” kata Bisma sambil menyantap bakmi panas “Eh iya gue jadi inget, loker lo udah di isi sama Egi seminggu yang lalu. Terus btw kotak yang ilang udah ketemu Ni?” Kata Bisma yang masi kepikiran barang yang udah ngebuat sahabatnya nangis kejer gara-gara lupa naroh tuh barang jadi ilang deh.
“Belum Ma.” Dani langsung diam sejenak.
Lala langsung memotong pembicaraan “Udah ah jangan sedih mendingan Dani (sambil mencubit gemas pipi Dani) temenin Gue latihan cheers sekalian kasih support buat Bisma sama Erik latihan kan pertandinganya seminggu lagi. Gimana?” hasut Lala “Oh iya ada si ganteng Egi juga loh pas latihan nanti. Kali aja bisa gantiin Yudistira yang ada disurat itu? hehehe” Dani hanya bisa tersenyum dan teringat kembali surat dari Yudhistira teman kecilnya yang belum pernah sekalipun bertemu.
“Iya Ni udah gawsah dipikirin lagi, ntar kita cari bareng-bareng lagi ya kotaknya?” Kata Erik.
“Yoi tuh bener banget” Bisma mengiyakan. Lala juga ikutan manggut-manggut. Sedangkan Dani tersenyum gembira, melihat sahabatnya yang care semenjak SMP.
***
Tim baseball sekolah memang sedang giat berlatih selama hampir 1 bulan ini tanpa letih, untuk persiapan menghadapi pertandingan antar klub baseball nasional. Dan waktunya tinggal seminggu lagi. Ajang bergengsinya karena diimingi hadiah yang fantastik. Selain nominal uang, beasiswa studi diluar negri juga menghadang untuk diperebutkan oleh klub-klub bergengsi se ibu-kota ini.
Supporter tim baseball yang sekarang didominasi para kaum hawa ini, setelah kemunculan Egi meningkat drastis. Biasalah pesona gantengnya murid baru berhasil merebut perhatian. Bahkan supporter setia tim basket rela berpindah menjadi supporter tim baseball sekarang. Yel-yel penyemangat yang ditujukan pastinya hanya untuk egi. Yaaaa lumayan bikin iri pemain lain siiih.
“GO EGI..GO..EGI GO GO GO…” Suara yel-yel itu semakin menggema disertai dengan jeritan ketika bola baseball yang dipukul Egi melaju kencang dan Home Run disumbangkan oleh Egi.
Setiap pulang sekolah dalam satu minggu ini anggota cheers dan tim baseball bertanding tanpa rasa letih dan cape dan dengan setianya pula Dani duduk di tempat duduk khusus break latihan yang ada di tepi lapangan.
Saat istirahat pun tiba. Terlihat kerumunan anggota cheers dan tim baseball meninggalkan lapangan sejenak untuk beristirahat dan menuju ke tepi lapangan untuk
Break latihan. Tapi beberapa pemain lainya yang datang telat meneruskan latihan.
Bisma dan Erik yang keletihan langsung menghampiri Dani.
“Dan.. minum Dan ” kata Erik sambil mengelus-elus tenggorokanya yang kering kerontang. Bisma tidak bisa berkata lagi tubuhnya lemas dengan keringat bercucuran.
Dani yang tanggap dengan cekatan mengambil minuman dingin dari tasnya yang sengaja dibawa dari rumah untuk teman-temanya. Tak berapa lama kemudian BRAAAK..
Bisma, Erik, Lala, dan anak-anak lainya yang berada didekat TKP langsung teriak kaget. “DANIIIIIIIIII”
“Shiiiiit bolanya kena orang” kata salah satu anak baseball dari sebrang lapangan dan langsung mengahampiri korban. Sementara anak-anak lainya Cuma bisa bengong kaget.
Tubuh Dani jatuh ketanah, bola matanya tidak terlihat, mulutnya tidak bisa berkata, darah segar mengalir dari kepalanya. Seketika itu Egi langsung melempar botol minumnya ketanah, membopong tubuh Dani yang pingsan untuk dibawa ke RS terdekat. Beberapa pasang mata dari gender cewe di tribun penonton, melihat dengan sorot mata cemburu, mulut mereka terdiam membisu Cuma bisa ‘melongo’ melihat Dani kontak fisik dengan Egi.
”So sweeeet.. Dani dipeluk Egi. Kalo gini Gue rela deh kena bola berkali-kali juga“ Celetuk salah satu anggota cheers.
Kepala Dani terus mengeluarkan darah. Lemparan bola dengan kecepatan tinggi itu telah merobek bagian pelipisnya. “La tolong iket kepalanya pake anduk gue yang kenceng yah” Egi langsung memerintah Lala sambil terus berjalan cepat menuju mobil miliknya. Lala pun mengambil handuk dari tangan Egi dan mengikatkanya dikepala Dani.
Walaupun telah ditangani tim medis RS, namun terlihat kecemasan pada raut wajah Egi. Apalagi setelah dokter berkata bahwa Dani harus melakukan operasi kecil pada kepalanya. Kecemasan Egi pun bertambah.
“Lakukan apapun yang terbaik demi Dani dok.” Kata-kata yang dilontarkan Egi saat menyetujui operasi Dani.
Melihat Egi yang mencemaskan Dani saat ini, seperti bukan telihat seorang Egi dengan sikap gunung Es-nya yang pendiam, cuek dan masa bodoh terhadap seseorang. Bahkan kepedulian Egi melebihi kecemasan sahabat dekat Dani, mukanya panik, berjalan mondar-mandir menunggu operasi selesai.
Tiba-tiba Egi bertanya pada Lala “La.. kotak warna hitam yang diloker Gue itu punya Dani kan?”
Pesona ketampanan Egi membuat Lala bengong beberapa detik “Emm..” Lala sedikit berfikir. kotak? Oh iya waktu.. ”Iya, tapi dulu waktu SD kelas 6” Huuh akhirnya bisa menjawab pertanyaan dengan mulus. Setelah itu Lala pun kembali berfikir, eh tapi tunggu deh dia kan murid baru kenapa bisa tau ya? Baru Lala ingin menanyakan hal ini pada Egi, tapi Egi telah masuk ruang rawat pasca operasi untuk melihat keadaan Dani setelah operasi.
***
Setelah beberapa hari, bius hasil operasi belum menyadarkan Dani sepenuhnya, sampai waktu berganti dan perlahan matanya pun mulai membuka. Pukul 12 malam dia baru sadar dan mengingat kejadian kemarin sore yang menimpa dirinya. Ada seseorang yang sedang tertidur lelap, tapi tetap setia menunggunya. Tanganya memegang erat tangan Dani hingga susah untuk dilepaskan.
Wajahnya mengahadap kesamping membelakangi Dani, sehingga hanya bentuk rambut yang dapat dilihatnya. Bisma atau Erik ga mungkin Dani tau percis bentuk tubuh dan rambut dari sahabatnya dari SMP itu. Siapa cowo ini? Dani membatin.
Beberapa detik kemudian, tangan yang memegang erat tangan Dani itu terbangun dari tidurnya. Dan betapa terkejutnya Dani ketika melihat cowo itu adalah Egi.
“Egi??” Dani langsung bengong gak karuan. Bingung apa ini mimpi atau sebagian dari efek kepalanya yang kena bola?.
Dengan mata yang sedikit sembab karena sejak dari kemarin sore begadang menunggu Dani sadar “Iya..” Cowo tampan itupun menyunggingkan senyum manisnya, terlihat dua buah lesung yang menyembul dipipinya menambah manis rupa cowo ini. ”Udah baikan Dani?”
Dani masih bingung dan masih can’t believable. Seingatnya cowo ini biasanya cuma ngomong 1 atau 2 kata, kalau berhadapan sama cewe. Tapi ini 3 kata? Kepalanya kan abis kena bola. Jadi berasa di negri dongeng deh, kaya adegan saat putri yang terbangun dari mimpi panjangnya terus dateng pangeran ganteng yang membangunkan tidur sang putri. Bengongnya Dani berlanjut, sampai Egi sedikit cemas. Kali aja Dani koma sambil matanya melek.
Sambil mengelus-elus tangan Dani, Egi membuyarkan lamunan Dani “Daaan..Dani?”
Lamunan Dani buyar, tapi mendadak salting “Emm..iya, tapi kamu ngapain disini?”
“Nungguin kamu Ni untuk..”
Dani langsung memotong perkataan Egi “untuk?”
“Untuk selamanya” Senyum itu muncul kembali di wajah Egi “Kaya kamu yang udah nunggu aku bertahun-tahun.”
Pikiran Dani langsung kacau, sekaligus memaksa kepalanya yang sedang cedera ini dipaksa untuk berfikir lebih keras Apa maksud perkataan cowo ini sih, menunggu selama bertahun-tahun? Dani membatin dalam hati.
“Kamu inget Yudistira sahabat pena kamu yang janji bakalan nyari kamu saat kita udah dewasa nanti?”
Astaga. kenapa dia bisa tau nama Yudhistira? Dani masih membatin. Yudistira seseorang yang selalu dinantinya selama bertahun-tahun ini, sahabat pena sewaktu kecil yang tak pernah menepati janjinya itu.
“Dulu kalian suka kirim surat kan?”
Dani cuma bisa mengangguk, tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya. Matanya mulai tampak berkaca-kaca menghiasi dua buah bola matanya. Dia teringat bagaimana seringnya dulu Yudistira membalas suratnya, sampai suatu saat surat yang dikirimnya tak kunjung dibalas.
“Sekarang Yudistira Egi Saputra itu ada dihadapan kamu Ni. Dan dia telah menepati janjinya”
Kata-kata itu membuat Dani tidak ingin terbangun dari sebuah mimpi, jika ini hanyalah mimpi belaka. Lebih baik tertidur dan menikmati setiap kata yang keluar dari mulut pria ini. Dani langsung memeluk tubuh Egi dan menangis dipelukanya.
By far